Semalam untuk yang kedua kalinya saya menonton Sigur Ros, band Icelandic dengan aliran ambient/ post rock/ shoegaze. Sebuah konser yang sangat cantik dan magis. Sebelumnya memang saya sudah menonton mereka di Singapore akhir tahun 2012, diniatin banget … ya gimana ya, mereka salah satu band yang bisa menyentuh saya dari hati, ubun ubun sampe ke tulang sum sum kayaknya, jadi saya WAJIB nonton mereka sampe bela belain ke luar negeri (karena waktu itu katanya ga mampir ke Indonesia).
Singkat cerita, saat menonton di Singapore, mau nangiiiiis! One of my dream come true. Bertempat di Fort Canning yang lokasinya penuh dengan rumput dan beratapkan langit, seluruh penonton terhipnotis, semua lagu yang dibawakan ketika live itu berkali kali lebih ‘nyess’ dari denger di albumnya. Apalagi turun hujan deras yang membuat suasana jadi semakin pecah dan klimaks. Seolah olah mereka memang membawa ‘rain technician’.

SUKSES BAHAGIA.
(Note: saya sempet ga fit pas nonton mereka dan jadinya agak pingsan-pingsan gimana gitu :p)
Kemudian ketika mendengar Sigur Ros mau datang ke Indonesia. Hmmm, saya berpikir, nonton lagi gak ya? aduh akan merusak esensi “kepertamaan” saya menonton mereka ga ya? Apalagi nontonnya di luar yang yaah… akan menjadi standar tersendiri, takut aja kalo di Indonesia bakal “biasa aja” (hehe maap sempet sedikit underestimate). Tapi karena saya pas nonton di S’pore merasa ga 100% fit, maka saya memutuskan untuk membeli tiket dan menonton lagi.
DEMI APAAA? DEMI SIGUR ROS LAH!
Salah satu yang membuat saya penasaran adalah, kalau indoor gimana ya? Dalam benak saya selama mendengarkan musik mereka, Sigur Ros itu nontonnya harus bersinggungan dengan alam, harus liat langit, harus liat bintang, harus beralaskan rumput atau tanah, nonton sambil duduk dan pasrah sama suara Jonsi yang akan menyelusup ke seluruh indra.
Tadinya malah sempet ngarep Sigur Ros main di Candi Prambanan atau Borobudur gitu. Oleh karena saya terlalu terpukau oleh konsep outdoor, jadi saya gak terlalu gimana gimana lah ama konsernya di Jakarta ini, gak mau terlalu memasang ekspektasi, sampai saya menontonnya semalam dan ….
GILAAAAAAAAAAAAK!
PARAAAAH PARAAAAAH PARAAAAAAAH!
They all insane!
Tata lampu dan panggungnya menurutku lebih bagus daripada yang di Singapore. Visually breathtaking and hypnotized all the audiences. Lebih dramatissss! Sederhana, tapi magis, dan menjadi sebuah perjalanan musik yang mampu mengantar saya ke titik kedamaian, kebahagiaan, mimpi, harapan dan ….. aduh kehilangan kata kata saya.
Tak seperti sebelumnya, di konser ini saya duduk karena alhamdulillah yah dapet tribun section 3 yang pas di tengah dan menghadap panggung.
1 jam 50 menit paling terspiritual dalam sejarah menonton konser.
Dibuka dengan panggung yang ditutupi dengan kain putih tipis, terlihat Jónsi di tengah, Goggi di kanan dan Orri di kiri secara samar di baliknya. Lampu lampu mulai mengambil alih, bayangan mereka meraksasa di layar putih, terlihat siluet-siluet Jonsi raksasa dengan bow nya, sempat terlihat seperti orang tanpa kepala, seperti seorang penjagal, mungkin dia siap memotong pikiran kita dari segala urusan di luar dan meminta kita kosong serta fokus buat mereka di panggung ini.
Panggung memancarkan cahaya warna warni, tata lampu yang sangat dramaturgic, semua selaras dengan musik. Kemudian di lagu kedua, tirai terbuka, penonton semakin memanas karena akhirnya bisa melihat Jonsi dkk tanpa filter. Serta suara falsetnya mulai bisa memeluk satu per satu para penonton. GILE MAKAN APA SIH TUH ORANG SUARANYA BISA GITU?
Kemudian di lagu Vaka, damn, saya ga bisa menghentikan laju air dari mata saya untuk terjun bebas ngikutin gravitasi. Lagu ini terlalu indah untuk tidak dirayakan dengan air mata. Saya nangis lagi dan pecah kesekian kalinya.
Oiya, Vaka adalah lagu Sigur Ros pertama yang saya dengar, tahun 2004 atau 2005 gitu. Saya berterima kasih ke kakak tingkat semasa kuliah saya yang sempet naksir dan membuat video (film) pendek dengan lagu ini. Saya jadi penasaran ama musiknya dan jatuh cintaaaa! Sayangnya bukan ke dia, tapi ke Sigur Ros haha.
But anyway, TERIMA KASIH YA KAKAK :* :*
Belum berhenti dari goosebumps pasca Vaka, justru setelah lagu itu kemagisan penampilannya menerjang tanpa henti ke hati dan jiwa *alah*, tapi beneeeer, aku kalo sama Sigur Ros bisa sangat segitunya. Aku melayang dan mengawang-ngawang. Aku bisa semacam tenggelam, terbang, berdiri di pinggir jurang, atau tertawa di dalam ayunan.
Kemudian di lagu Hoppipola! Aahhhhh.. lagu yang selalu bisa membuat happyOmeterku berada di bar tertinggi. Sempurna. Kalo ada yang candid muka saya, saat itu saya sumringaaaaah bener. Bibir senyum terus kaya nyimeng (kaya tau aja ne -__-). Trus saya rasanya kaya pengen nyium seseorang saking senengnya, untung sebelah saya Nindya, jadi saya cium aja langsung pipi dia. Kalo orang lain mungkin saya juga bakal nekad nyium HAHAHA. I can’t controlled myself at that time, bahaya nih.
Ntah ya, saya merasa penonton di Istora ini lebih bersemangat sekaligus syahdu dibanding saat pengalaman saya di #SigurrosSg (tapi ya gak tau juga sih, saya ga fit sih pas itu). Semuanya mengiringi Jonsi menyanyi (tau sendiri padahal liriknya kaga dimengerti bahasanya kan), dia bahkan sempet terlihat terkejut saat semuanya koor mengikuti suara flute di Olsen Olsen!
Oh iya, endingnya juga sangat eksplosif, saya terbawa untuk menghentak hentakkan kaki. Menepuk nepukkan tangan yang saya baru sadar bengkak pas konser selesai. Eargasm. Magnificooooo!
Saya anugerahi konser #SigurrosJKT ini sebagai konser indoor terbaik! Kalo konser outdoor, Coldpay Sydney 2012 memang belom bisa terkalahkan.
Selanjutnya? Ijinkan saya untuk bisa menonton Sigurros di kandang mereka Reykjavík.
Btw, kalau kalian suka Sigurros, cek Amiina deh.
Nih kalo kalian mau mengenang kembali atau yang ga sempet nonton mau ngebayangin.
* Bootleg Sigur Ros oleh @antonkurniawan. Streaming bit.ly/sgstream download bit.ly/sgdwnld
* [Audio] #SigurRosJKT Sigur Rós (Live in Jakarta) - Hoppípolla + Með Blóðnasir’ https://t.co/VhKuMRd5lv by @Perfectelle
Terus terang, saya bukan termasuk seseorang yang gimana banget ama Zodiak. Menanyakan “Zodiak kamu apa sih?” ke dalam daftar basa basi ke seseorang aja nyaris tidak pernah. Karena menurut saya, ya tiap orang pasti punya semua sifat apapun itu, mana yang dominan aja. Belom lagi juga ada karakter orang berdasar primbon, berdasar golongan darah, hari lahir. Pasti makin ribet lah ya kalo karakter dicampur campur dari itu semua. Saya sih percayanya, tiap orang pasti diciptakan berbeda. Kita lahir untuk menjadi diri sendiri.
Namun seiring perjalanan waktu, rupanya saya banyak dikelilingi oleh orang orang yang suka perihal zodiak zodiakan ini. Dikaitin sama masalah percintaanlah, kehidupan lah, belom lagi kalo dikaitin mood dan sebagainya di keseharian dari suatu bintang atau zodiak tertentu. Dan ada beberapa yang bikin saya … “eh iya juga ya”, semacam ada pattern tertentu gitu.
Nah salah satu orang-orang itu adalah Dea (@salamatahari). Saya kenal dia pertama lewat twitter, kemudian bertandang ke zine setiap hari Kamisnya. Lalu bersua di Bandung lewat piknikasik. Menyenangkan bisa kenal dengan Dea, dia anak yang sangat positif, naif, ceria, suka ngegaring, suka berkhayal. Kita semacam serumpun haha.
Dea sangat suka sekali ‘ngebaca’ karakter lewat zodiak, tapi lebih detail gitu. Kadang suka penasaran juga kan? Akhirnya Dea menseriusin bidang ini dan mengajak salah satu kawannya yang juga ilustrator untuk bekerja sama dan membuat ….. *drum roll*
Di sini, Dea akan membaca dengan lebih dalam dan personal. Biar lebih jelasnya bisa baca sendiri awal Dea membangun ‘Zodiak Gembira’ di sini.
Saya yang penasaran akhirnya mengajukan diri ke Dea untuk memesan Zodiak Gembira, dan paketnya datang beberapa hari setelah ulang tahun saya. Ihiw.

(berbentuk jampi jampi yang unyu)
Di dalamnya ada memory card dengan isi pembacaan dari Dea dan juga artwork dan chart zodiak gembira garapan Rukmunal Hakim, ilustrator Zodiak Gembira. Sumpah artworknya ini keren bangeeeeeet!

Dan ini chart zodiaknya

KEREN YAAH! Jadi pengen punya artwork aslinya. (bisa dipesan juga sih). Kalian bisa liat karya karya @R_hakim ini di http://rukmunalhakim.tumblr.com
Oke sekarang beralih ke pembacaan ‘Dukun’ nya.
KARAKTER SECARA UMUM
Selama ini, banyak yang kaget kalo aku Aries. Karena aku dinilai ga se-Aries orang-orang pada umumnya. Ternyata setelah dilihat ‘Rising Sign’ atau Rumah pertama aku tuh Cancer. Aku kutip aja ya:
Kamu rising sign-nya Cancer. Rising sign ini isi rumah pertama, disebut juga so- cial mask karena ini karakter kamu yang langsung keliatan di depan umum atau di depan orang-orang yang belom kamu kenal deket.
Cancer planet penguasanya bulan. Bulan ini dewinya Diana, dewi pe- lindung anak-anak, termasuk anak binatang. Jadi, orang-orang Cancer rising ini biasanya bawaannya lembut dan kekeluargaan. Mereka sesnsi- tif sama lingkungan dan gampang tersipu-sipu (apa lagi kamu Lunar Virgo. Bagian ini aku jelasin nanti, ya). Kamu “bercangkang”. Waktu ngerasa insecure, kamu punya drive kuat untuk ngelindungin diri. Ini nggak seperti Aries pada umumnya yang konfrontatif ketika diserang. Tapi … pada dasarnya kamu tetep Aries, Ran. Di diri kamu ada kebera- nian ngadepin apapun meskipun caranya nggak harus hantam kromo style.
Nah untuk hal ini aku ngerasa bener banget. Karena aku tuh jaraaaaaang banget terlalu responsif atas sesuatu. Kalem aja, jarang marah juga haha. Ternyata mungkin ya karena ini. Ini juga bikin jelas kenapa aku suka binatang malah sampe bikin “tweezoo” di twitter dan punya binatang peliharaan @ownyet. HAHAHA. #naon
Ada kutipan lagi yang merasa benar
Letak matahari kamu ada di rumah ke-9, house of belief system and higher learning. Ini artinya kamu punya minat belajar yang cukup tinggi, termasuk mempelajari perasaan tiap orang. Karena bisa mahamin perasaan orang lain, toleransi kamu cukup tinggi. Karena umumnya Aries gayanya maju tak gentar, karakter itu not so common Aries lho … hehe … personal kamu aja.
Kamu juga spiritual dengan cara kamu sendiri. Kamu punya keyakinan yang kuat sama kekuatan di luar kamu dan filosofis di beberapa hal.
Hmm paragraf terakhir di atas, iya banget
EMOSI
Nah untuk “Emosi”, katanya aku campuran antara Aries dan Virgo
Bulan kamu ada di Virgo, Ran. Kayak apapun tampilan luarnya, jauh di dasar hatinya Lunar Virgo nggak terlalu suka disorot. Mereka menampik pujian yang berlebi- han, selalu kepengen ngebantu orang lain tapi nggak kepengen jadi center of the attention. Kamu punya perhatian sama hal-hal kecil, dan punya kebutuhan emosional untuk ngelola dunia kecil kamu sendiri. Kamu suka ngebangun sistem, tapi bukan sistem yang besar-besar kayak perusahaan ato event akbar gitu.
Makanya aku suka banget ya bikin acara macem piknik asik gitu XD
KOMUNIKASI
Letak Merkurius aku di Pisces.
Cukup fleksibel dan jarang sekali punya pendapat yang saklek memaksakan dalam obrolan sama orang lain. Karena sensitif, orang-orang yang Merkuriusnya di Pisces takut banget nyakitin perasaan lawan bicaranya. Itu bikin mereka berusaha seati-ati mungkin waktu berkomunikasi sama siapapun.
Yang menarik, karena Merkurius kamu ada di rumah ke-8, meskipun cara bicara kamu lembut, kamu berbakat persuasif, Ran. Kamu punya otoritas tertentu yang bikin orang secara natural meratiin kata-kata kamu. Mungkin ini karena bawaan “api” Aries kamu juga, Ran.
Rumah ke-3 kamu ada di Virgo. Ini bikin kamu jadi orang yang kritis dan analits, bahkan kadang-kadang suka terlalu jauh nganalisa sesuatu. Kamu nggak cuma suka ngritik lingkungan di luar kamu, tapi juga banyak ngritik diri kamu sendiri.
MWAHAHAH INI JUGA SIH.
PERCINTAAN
Nah, aku ngerasa masih belum sesuai ama yang dipaparkan Dea.
Venus di Aries. Kalau apa yang aku baca bener, sekalipun untuk hal-hal lain agak malu-malu, untuk urusan percintaan kamu lumayan di- rect, flirty, dan lumayan gampang jatuh cinta atau minimal fling. Kalo naksir seseorang, kamu bakal menarik perhatian dengan beragam atraksi. Kamu berusaha nunjukin seeksis apa kamu, apa aja yang kamu bisa, dan kamu pengen orang yang kamu suka ngeliat kamu sebagai perempuan yang tangguh dan mandiri
AKU GAK GAMPANG JATUH CINTA #EAAA :)) dan kalo suka sama orang cenderung diem, lebih ke posisi nunggu hahaha. Takut euuy. XD Baru kalo ada tanda dari si dia, mulai diberaniin bikin taktik. XD.
Tapi paragraf terakhirnya bener sih. >.<
AMBISI
Ambisi seseorang ditentuin sama posisi Marsnya di chart zodiak gembira. Mars kamu ada di Sagitarius. Sama kayak Aries, Sagitarius unsurnya api. Jadi kalo pada suatu ketika kamu tiba-tiba ngerasa on fire banget, nggak sabaran (termasuk kalo partner kerja kamu lebih lelet daripada kamu atau banyak nunda-nunda), pengen cepet-cepet kelar pas ngerjain sesuatu, nggak bisa diem,
Terus, karena Sagitarius ini kata kuncinya “freedom lover” untuk ngejar ambisi, kamu butuh ruang gerak yang luas untuk diri kamu sendiri.
Itu sih beberapa kutipan dari paket Zodiak Gembira. Cukup menjelaskan dan cukup membuat aku jadi lebih mengenal diri sendiri :D dan bikin gembira, makanya namanya Zodiak Gembira.
Kalo kalian mau pesen, ada juga paket yang buat pasangan haha. Silakan mampir mampir ke zodiakgembira.tumblr.com :D
NB: Dengan ngebaca ini, kalian jadi sedikit bisa tahu tentang saya juga deh. *dadah dadah*

Saya mengenal dia sekitar tahun 2009, ketemu di Monas, sebelumnya ga tau sapa cuma saya dikenalin sama mas Ikal (teman saya dari Malang) yang udah tergabung di grup Hermesian. Setelah itu, kami berkawan, bersahabat, bahkan dia adalah salah satu orang yang menginspirasi saya untuk kemudian membuat puisi, sajak, cerita pendek. Ya, saya harus berterima kasih banget sama Tasya untuk hal ini, oh dia juga yang ngenalin saya ke Zarry Hendrik haha. Kalo ga karena dia, gak ada tuh yang namanya pencintakatazr.tumblr.com dan duet duet tulisan saya di Sadgenic.
Artasya pencinta sejarah Indonesia, dia juga suka sekali dengan dunia pewayangan. Story teller yang baik, sangat baik. Saya suka sekali mendengarkan dia bercerita tentang sejarah daripada guru saya sepanjang SMP - SMA, harusnya mereka belajar dari Artasya (ditoyor guru guru). Tapi bener, cara dia bercerita itu sangat berapi api, mengalir, dan enak aja gitu dengernya, mungkin ini kebawa dari dia yang juga pemain teater. Tak hanya itu dia juga lucu, jago nyanyi, baik. Saya beruntung mengenal Tasya dan terima kasih ya sudah menjadi sahabat saya.
Saya liat wajahnya pertama kali dari BBM Tasya hahaha. Waktu itu Tasya cerita sutradara film pendek yang dia mainin tuh cakep, ya Saka itu maksudnya (btw, Saka … mana nih film pendek itu, pengen nonton XD), saya langsung mengiyakan. (Saya sempet jadi saksi sih beberapa orang yang deket sama Tasya sebelum Saka, emang sutradara sutradara semua gitu hahahaha *digetok)
Kepancar deh gimana waktu itu Tasya sedang berbunga bunga. Akhirnya saya ketemu langsung juga ama Saka dan gak lama saya dikabari kalo akhirnya mereka pacaran. Saka orang yang sangat kalem, baik menghanyutkan, tapi kalo ama aku bawaannya ngebully (ini mah semua orang kayaknya -___-).
Tapi Saka ini memang yang paling bisa ngertiin Tasya sejauh yang aku lihat, Tasya yang super sibuk, ada Saka yang siap menjaga dan mendukung.
*aduh kok aku brebes mili sih nulis ini :’) :’)
*oke lanjut
Saka emang suka kasih kejutan. Jarang banget emang liat cowok super romantis dan manis kaya Saka. Adapun kemanisan Saka tuh kaya gini, sebelumnya pernah tuh aku dan temen temen Hermesian ikut heboh bikin film pendek buat ulang tahun Tasya, syuting di Fatahillah, kuburan Belanda. FIlmnya tuh isinya per orang melakukan kebiasaan kebiasaan kecil Tasya, dari suka gigit sedotan, ngaca di mobil sambil benerin rambut, dll deh. Sweet banget. Bikinnya diem diem, dan Saka ini takut banget Tasya tahu atau curiga, Saka bawaannya parno, dia gak bisa bohong jadi takut gitu ama Tasya -____-. Akhirnya pas filmnya jadi di ultah Tasya, dia seneng banget. Ya gimana enggaaa? HAHAHA.
Dua Sahabat Saya Tunangan
Oke, saya langsung skip ke behind the scene kejadian semalam ya. Saat itu Rabu malam Saka menelpon saya,
“Ne, aku mau mau minta tolong nih”
*DEG*
Ga tau kenapa saat itu saya udah ngerti maksudnya Saka dan gak tahu kenapa saya yang gemeteran (berasa dilamar hahahajleb)
“Bentar bentar, kayaknya aku tahu deh kamu mau ngomong apa”, sambil gemeteran.
“Haha apaa? Gini, aku kan mau melamar Tasya hari Minggu”
“TUUUUH KAAAN TUH KAAAAAN TUH KAAAAN AAAAAAAKKK”, dan saya yang nangis bahagia sambil guling guling di karpet kostan
“Loh loh loh, Ne. Kok kamu yang nangis siiih? Hahaha”
“Iyaaa terharuuuuu, seneeeeeng”, lanjut mewek
“Iya aku kan mau melamar Tasya, hari Minggu, aku minta tolong Ne, aku mau ngelamar Tasya di Monas, tapi gimana ceritanya ya, enaknya ketemuan dulu sih at least sama kamu. Besok aku ke kantor kamu ya”
“Okee”.
Klik. Telpon ditutup.
Dan saya masih mewek.
Keesokan harinya, kamis sore, Saka datang. Intinya dia ingin melamar Tasya di Monas karena Tasya sangat suka sekali dengan tempat itu (saya aja ketemuan ama dia di Monas) tanggal lahir dia & tanggal dibukanya Monas untuk umum itu sama, nanti dia akan bawa keliling keliling dan dia minta bantuan saya untuk menyiapkan sekitar 15 orang teman dan sahabat untuk berkumpul di lokasi air mancur di Monas, dan kemudian ada pengamen pesenan Saka (yang didatangkan dari Roti Bakar Edi) yang punya histori di awal awal mereka jadian. Pengamen itu akan ngamen di lokasi dan kita muncul membawa tulisan
” W I L L Y O U M A R R Y M E”
disambung dengan tulisan
“P L E A S E D O N T S A Y N O”.
Berhubung Saka orangnya ga bisa bohong dan takut curiga, jadilah dia minta tolong buat saya dan Abdi menjadi seksi sibuk acara ini.
(POKOKNYA GAK MAU TAU, NTAR KALO PACAR AKU SAPAPUN ITU MAU NGLAMAR AKU, SAKA KUDU BALIK BANTUIN *pamrih* *apeu* #abaikan)
Oke yang saya lakukan saat itu (sambil lembur kerjaan) menghubungi para sahabat dan handai taulan. Waktu tinggal dikit, belom briefing. Hubungi teman teman lewat segala bentuk komunikasi digital. Terkumpullah : Aul & Gladys (yang juga jadi sie sibuk sebelumnya untuk urusan perpengamenan), Triska, Endi, Galuh, Emmy, Dudu, Artos, Teddy & +1 nya, Ikal, Dwikaputra, Poeti Fatima, Alex.
Nah tinggal masalah tulisan nih, berhubung saya & Abdi ini suka lembur, jadilah kita baru sempet ke Benhil dan nyari percetakan yang bisa desain hari Sabtu malam. Ternyata udah ga banyak tempat yang nyediain design di tempat ya, akhirnya tapi nemu “Bintang Persada” di Benhil (just in case kalo kalian ada yang mau bikin apapun yang urgent).
Saya memutuskan untuk bikin tulisan “Will you marry me” pake spanduk, sementara “Please dont say no” nya diprint per huruf dan dipegang per anak.
Oke, it’s all set. Semua udah siap. Hari Minggu siang siap diambil.
Masalahnya ……. kita belom reherseal! Mana tempatnya di Monas lagi, yang ada salah salah takut beda lokasi, Saka & Tasya dimanaaa…. kita dimanaaa.
Minggu siang aku, Abdi, Saka ketemuan dan kita menuju Monas untuk reherseal. Udah nih semua udah well planned. Nanti Tasya akan ditutup matanya, pengamen pesenan dari Roti Bakar Edi dateng, kita akan membawa spanduk tulisan & huruf - huruf tadi saat Tasya membuka mata dilatari dengan air mancur yang ada di Monas. Udah deh, semua udah bereees. Siap beraksi.
Cuma ada satu pertanyaan
“Sak, kalo ujan gimana?”, tanya saya
“Nah itu dia ne, aku takutnya tuh ya kalo gak hujan, eeeh ada yang lagi lamaran juga di sini. Awkward banget, gimana dooong”
“Ya gak mungkiin laaaaah, adoooh udah deh ini kalo ujan gimanaaa?”
“Aduh gimana ya (udah pusing bikin plan B), tetep aja ya, Ne berjalan. Ujan ujan gpp deh”
“OK (dalem hati mikir, mudah2an ini anak anak mauuuuuu ujan ujan)”
Hari Minggu, 3 Maret Pukul 18.00
Kita tim sukses janjian dulu di Starbucks Gambir, di situ juga si Emmy & Dudu lagi sibuk cari Confetti dan kembang api karena aku lupa beli. Sambil nunggu pengamen yang sedang dijemput Aul & Gladys. Udah di briefing semua. Jalanlah kita ke lokasi air mancur.
Sesampainya di sana, kita berimprovisasi, salah satunya masang2in kembang api di kawat kawat air mancur. Jadi pas Tasya buka mata, agak meriah lah gitu (soalnya tempatnya agak gelap).
Udah nih, tinggal nunggu pengamen aja. Udah tuh, waktu menunjukkan jam 8 an lewat gitu. Udah latihan juga a.k.a reherseal di depan air mancur.

Namun kemudian …… H U J A N D E R A S.
Kyaaaaa kita lari lari kaya anak ayam diusir usir, gak ada tempat berteduh. Tapi akhirnya nemu toilet. Jadilah kita berteduh di sana. Tulisan “Please Don’t Say No” nya udah keburu agak lepek, hadeeuh. Belom lagi baju kita yang dress codenya emang putih ….. udah pada nyeplak semua T_T.
Doa kita saat itu adalah, hujan cepat reda. Karena ga ada plan lain >.<. Saka masih ama Tasya di Cafe Batavia.
Hujan semakin deras dan gak ada tanda tanda mau reda. Kyaaaa. Bingung. Mau gak mau kita harus ganti plan. Gak mungkin banget rencana berjalan dengan hujan yang sedemikian derasnya.
Pop up in my mind adalah pindah ke Jaya Pub. Ga tau kenapa, saya sih suka tempat itu, tapi Tasya & Saka ga punya sejarah di sana … tapi gimana lagiii? Saya udah pusing banget karena situasi dan rencana tidak berjalan di arah yang sama. Kayak P20 dan 640. *halah*
Puti menelpon managernya, booking tempat dan minta ijin mau ada proses melamar di sana, dibolehin. Segeralah kita beranjak dari toilet di Monas itu …. tapi …… gimana cara ke sana, anak anak pada parkir di Gambir, payung cuma 2. Walhasil, spanduk tulisan “Will You Marry Me” dibuka dan dipake buat jadi payung 5 orang. Jadi kaya barongsai gituuu…
Hujan makin deras. Kita semua udah mencar mencar karena hujan, pokoknya kita ketemuan di Jaya Pub.
Tibalah di Jaya Pub, spacenya mengecil. Kita bingung menentukan blocking. Spanduk di mana. Anak anak yang bawa huruf gimana? Pengamen main di mana? Soalnya saat itu lagi ada homeband yang manggung. Saya udah bingung ga bisa mikir, darah rendah saya kambuh, kliyengan. Saka posisinya saat itu lagi mengulur waktu dengan keliling-keliling entah ke mana. Kita minta, pokoknya dari sekarang Tasya matanya udah ditutup.
Setelah gonta ganti blocking, in last minutes Abdi mengutarakan plan yang boljug (boleh juga), kan Jaya Pub di lantai dua. Jadi anak anak yang bawa tulisan Please Dont Say No yang akan berdiri di tiap anak tangga sambil nutupin muka pake huruf itu menyambut Tasya, biar dia penasaran ada apaan, lalu saat pintu Jaya Pub dibuka, pengamen sudah di panggung untuk menyanyi dan ada aku + Abdi yang membuka spanduk “Will You Marry Me”. :’D :’D
Tasya datang … dan seperti yang diduga. Dia udah gemeteran nangis dari liat huruf huruf di tangga, dan pas pintu Jaya Pub dibuka …. dia kaget melihat tulisan spanduk. Saka menunduk dan MENGELUARKAN CINCIN!
AND THEN SHE SAID YES!
Aku megang spanduk sambil gemeteran dan gak kuat untuk gak ikut terharu serta menangis. Seluruh pengunjung juga ikut heboh, tepuk tangan, dan bersorak bahagia. Manager Jaya Pub sampe bilang ke aku dia merinding. Aaaaah suasana saat itu sangat menyenangkan, hangat, love is in the air. :’D :’D
Huhuhuw. Saya senaaaaang sekali. Saya jalan menuju Tasya dari arah panggung Jaya Pub dari megang spanduk itu dan meluk dia kenceng.
Dilamar, adalah mimpi dari setiap perempuan, dan dengan cara yang manis serta surprise seperti ini, saya kebayang banget bahagianya kaya gimana. Saya senang Tasya & Saka saling menemukan, menjaga dan saling mendukung.
(aduh mewek lagi nulis ini)
Saya adalah saksi, cinta yang terus lahir setiap hari dari mereka. Saya ga sabar menunggu datangnya hari pernikahan mereka dan saya akan terus menjadi sahabat yang selalu mendoakan kebahagiaan mereka.
Congratulation Artasya & Saka.
Isilah bejana waktu kalian dengan tawa, sukacita, cinta, mimpi dan juga doa. We love you :* :*



NB: Btw entah kenapa saya malah bersyukur malam itu hujan deras turun, karena tempat Jaya Pub dan momen saat itu lebih berkesan, lebih romantis daripada di Monas. Benar ternyata, ketika rencana yang sudah disiapkan tidak berjalan dengan baik, di tengah stress dan kepusingan, Tuhan menyiapkan yang lebih baik :’D
Ini ada chirpstory dari Chiko tentang dari sudut pandang Saka : http://chirpstory.com/li/58332
Jadi saya sebenernya abis baca artikel di Thought Catalog tentang, kira kira ‘perubahan’ ? When did everything change? Gak jarang kan misal kita udah lama ga ketemu orang, saudara, keponakan, temen pembicaraan ini yang terjadi:
“Ya ampun, kamu kok kurusan sekarang?”
“Ya ampun kamu udah gede ya?”
“Eh kamu kok iteman sih sekarang, liburan ke mana aja?”
“Kamu kemana aja sih, perasaan baru kemarin rambutnya pendek kok sekarang udah panjang”
Ga musti yang fisik sih, kadang juga sifat kita. Ya ga?
Perubahan itu adalah sesuatu yang terjadi di luar pengetahuan kita dan seringkali tak kita sadari, karena kita menjalani hal hal yang bersifat rutin. Yang sadar ya bisa jadi orang-orang di sekitar kita. Perubahan itulah yang perlu ditilik lagi, is it good or bad? Is it make us worst? atau malah feeling good. Dan di situlah ruang introspeksi kita dimulai :)
Perubahan itu perlu ga sih?
Jawabanku: tergantung. Kalo membuat diri kita menjadi lebih baik kenapa engga? Dan kita akan tahu hasilnya setelah kita melewatinya…
Kalo ngomongin soal penampilan, sekarang sih aku suka banget berubah ubah. Kadang pengen keliatan tomboy, kadang pengen keliatan feminin, kadang pingin edgy, ya apa aja aku cicipin gayanya. Cobain aja sampe tahu mana yang paling nyaman. Dan mostly emang aku paling suka gaya vintage haha.

A really great & wonderful year. Aku bergerak, berkarya, bersenang-senang. Menerbitkan buku kumpulan puisi, ikut beberapa projek kumcer, berjalan jalan ke beberapa negara, menonton band favorit.
Saya ini pelupa… dan ini adalah hal hal yang saya ingat dan menjadi higlight pada 2012 saya.
Januari.
Merasa hati sudah sembuh tapi ternyata belum pulih. Stuck pada rutinitas pekerjaan. Bulan ini saya merasa perlu ‘melompat’ dan mulai merencanakan beberapa perubahan.
Februari
Perjalanan ke Pulau Peucang. Sebuah Pulau yang terletak di Ujung Kulon. Menjadi salah satu tempat idaman untuk mengadakan resepsi pernikahan ^ ^.
Saya juga banyak menonton beberapa konser. Antara lain band temen saya yang sangat yahud sekali, Hollywood Nobody di Bandung, sekalian piknik. Saya juga menonton FEIST di Jakarta.
Gak cuma itu, di bulan ini saya pertama kalinya nonton acara ‘fighting’: ONE Fighting Champion, The Battle Heroes.
Bulan ini saya juga resign dari pekerjaan yang menyambut saya setelah lulus. 3 tahun yang menyenangkan dan nyaman. Tapi saya butuh tantangan lain.
Maret
Liburan setelah resign & pertama kali menggunakan passport saya. Singapore mengambil keperawanannya. Kantor baru, lingkungan baru, bertemu lagi dengan adaptasi.
Launching Cerita Sahabat 1. Saya merasa beruntung sekali, bisa berkenalan dengan mbak Alberthiene Endah dan mengundang saya untuk turut menyumbangkan cerpen di kumcer ini.
Launching The Journeys 2. Saya diajak mbak Wendy untuk menyumbangkan cerita tentang perjalanan. Di buku ini saya berbagi kisah nyata, cerita perjalanan saya ke Solo dengan pasangan tua di travel yang saya tumpangi.

April
Bekerja, bekerja, bekerja. Pekerjaan baru ini membuat saya harus belajar lagi, karena berbeda dengan sebelumnya. Konvensional - digital.
Saya melihat Saturn Watch, melihat cincin Planet Saturnus yang hanya bisa dilihat di kurun waktu tertentu di rooftop Planetarium. Salah satu spot favorit saya di Jakarta.
Menonton launching album band yang menjadi favorit saya di 2012. Payung Teduh di Aksara.

Mei
Saya, adik dan orang tua terpisah di beberapa kota. Bulan ini saya dan adik memutuskan untuk ke Malang. Kita berjalan jalan ke Batu Secret Zoo dan bernostalgia.
Tahun ini saya tergolong banyak diwawancara oleh beberapa media, di bulan ini untuk Jakarta Globe menyangkut soal @piknikasik dan juga Tabloid Indonesia. Menguras tabungan untuk investasi, selingkup tanah yang tidak besar di Jakarta coret.
Mencoba body rafting di Green Canyon. Dimana saya diombang-ambingkan arus sungai selama 3- 4 jam. Beautiful. Damn, i love outdoor activity.
Sadgenic berupa buku akhirnya terbit. Saya ga pernah menyangka saya membuat buku puisi. Saya hanya penikmat kata-kata, pembaca, suka melamun. Ingin bisa melukis tapi gak bisa jadi memindahkannya ke kata. Terima kasih atas konspirasinya, Tuhan & Semesta. :)

Juni
Finally saya punya kendaraan yang diidamkan sedari kecil. Vespa. Saya namakan Clementine dan mulai bulan ini kita berdua membelah jalanan Jakarta (with style). I have to say goodbye to Saddie, sepeda saya yang jadi jarang digunakan.
#Float2Nature: Pergi ke Dieng untuk menonton konser band favorit saya Float & melihat matahari terbit di Cikunir. One of my Magnificent Morning in 2012.
Pulau Pantara. Diundang ke sebuah acara peluncuran Ice Cream. Salah satu pantai yang indah and i really had a great time there. Snorkling, menikmati musik di pinggir pantai, menaiki kapal mewah yang membuat saya jadi bermimpi untuk tinggal di kapal suatu saat nanti.
Piknik di TMII.

Juli
Mengadakan launching buku berkonsep piknik : #PicnicSadgenic di Taman Langsat. Diisi oleh sahabat, teman, dan orang-orang yang mendukung karya saya. Terima kasih.

Agustus
Bertemu dengan seseorang yang dulunya hanya dikenal lewat nama, selanjutnya … ternyata namaku dan namanya kini membuat cerita. :)
September
Mengkriting rambut … not bad. You should try.
Mencoba rutin untuk jogging. Bulan ini saya pertama ikutan @IndoRunner. Lari setiap kamis di FX - Senayan. Memang ga rutin sih, di tahun 2013 nanti ingin lebih rajin. Saya juga ikutan acara lari 5 km ADIDAS KING OF THE ROAD. Berlari, sebuah kegiatan dimana kamu harus menjaga tempo dan fokus. Berlari mengajarkan aku sesuatu, mengajarku untuk jangan berhenti, terus bergerak, terus mengejar (mimpi, cita cita, passion, desire).
Menonton konser Keane. One of my favorite band.

Oktober
JAPAN TRIP. Woohoo! 10 hari yang tak terlupakan. Merasakan hujan badai di Yokohama, menaiki kereta vintage dengan pemandangan yang sangat indah, merasakan kedamaian pada kuil kuil di Osaka, mencicipi kecanggihan Negara maju. Mengunjungi berbagai museum di sana. Salah satu bulan terbaik di 2012. Masih ingin kembali ke sana suatu saat nanti.

November
Saya menonton konser Coldplay di Sydney dan Sigur Ros di Singapore. Dua band yang sangat sangat sangat saya sukai. Alhamdulillah.
Lain kali saya ke Singapore, saya ingin mengajak keluarga.


Desember
Bekerja dan beristirahat karena tabungan banyak terkuras di bulan bulan sebelumnya haha. Tapi saya diajak untuk caving ke Goa Buniayu. Lagi lagi sebuah kegiatan yang saya belum pernah lakukan, turun 32 m ke goa secara vertikal, kemudian mengikuti jalurnya dalam gelap selama hampir 3 jam.
Terima kasih, 2012 atas semua perjalanan panjang, teguran, kejutan,
Alhamdulillah, Ya Allah.
NB: Baca 2011 saya di sini
Green Canyon ya, bukan Grand Canyon walo ngarep juga bisa ke sana suatu saat nanti hahaha.
Kemarin beberapa orang di TL twitter saya bingung, mau menghabiskan libur natal & tahun baru di mana? ada yang menyebut Sawarna atau Green Canyon. Saya jadi teringat pengalaman saya body rafting di tempat eksotis ini bareng Triska dan Tukang Jalan beberapa waktu lalu.
Waktu itu seperti biasa, kita berkumpul di Semanggi hari Jumat jam 9 malam, kemudian berangkatlah kita menuju daerah Pangandaran. Berbekal Antimo, saya yang gak mabok darat cuma butuh tidur ini pulas banget di jalan dan tau tau udah sampe aja jam 6 pagian kalo ga salah. Kemudian bersiap siaplah kita dengan perlengkapan yang sudah disediakan. Pake helm, pelampung dan lain sebagainya. Kemudian kita naik pick up, nampaknya kita di bawa ke bagian agak atas daerah Sungai Cijulang ini.
Beberapa saat kemudian, berhadapanlah kita dengan arus deras Green Canyon ini, kalau musim kemarau, airnya berwarna hijau dan cantik. Kalau musim hujan mungkin jadinya agak kecoklatan.

Kemudian mulai deh kita nyebur. Byurr…


Airnya dingin menyegarkan! Kenapa dinamakan body rafting? Karena memang kita cuma istilahnya dilepas gitu, ngikutin arus sungai haha. Deg-degan sih, tapi pasrah aja lah sama alam dan juga sama arahan instruktur. But you know what? SAYA GA TAU KALO PASRAH SAMA ARUS BISA SEDEMIKIAN MENYENANGKAN HAHAHA.
Bener bener yang namanya ‘go with the flow’ ya gini ini. Badan diombang-ambingin arus. Sempet sih ada arus yang deras dan gak memungkinkan untuk kita hanyut di situ, instruktur meminta kita melipir dan kemudian sedikit trekking di bebatuan sisi sungai. Kemudian kita lanjut nyebur lagi, dan hanyut kembali.

Kalo dapet arus deras dan melewati bebatuan, emang kudu hati-hati. Kita diajarin posisi tegap agar badan tidak ‘terantuk’ batu. Lalu semacam main perosotan gitu, seru deh. Yah walaupun aku sempet biru biru juga di bagian pantat dan pinggang karena ‘pose’ tubuh yang salah dan nabrak nabrak batu :p
Namun gak semua arusnya deras, ada juga yang arusnya sangat tenang dan mendamaikan. Saya sampe bisa ketiduran, karena saat saya melihat ke atas, yang tampak adalah tebing, pepohonan dan awan. Sungguh sangat damai sekali rasanya melihat lukisan Tuhan ini :)

Ada lah kita berhanyut-hanyut ria di Green Canyon ini selama 3 jam lebih. Tapi sangat amat ga kerasa. Oiya, buat yang berani, boleh juga nyoba lompat dari batu yang ketinggiannya 7m

Setelahnya kita makan siang dan lanjut Explore ke Batu Hiu dan melihat sunset di Batu Karas.



Gak hanya itu, keesokannya kita mengunjungi Penangkaran Penyu dan Cagar Alam Pangandaran, di sana ada banyak monyet gitu, kalo bisa jangan bawa barang-barang berharga. ^ ^

Itulah sedikit cerita saya. Buat yang mau liburan atau menghabiskan weekend di Green Canyon, silahkan banget loh nyobain Body Rafting yang cukup menantang untuk dijelajahi. :D
Info perjalanan ini itunya cek www.tukangjalan.com atau twitter @Tukang_Jalan
(Sumber foto: Mas Dwi dan pribadi)
Minggu ini aku mencoba beberapa hal baru. Menyenangkan, seumur hidup belum pernah. So i wanna share it with you….
HALLOWEEN PARTY
Yup, baru ini pertama kali ikutan Halloween Party. Kebetulan kantor yang bikin. Berhubung tahun lalu katanya pada niat, dan tahun ini nampak lebih heboh. Aku gak mau kalah! Bingung mau jadi apaan, setelah googling sana-sini dan inget kalau ada dress putih gak pernah dipakai akhirnya aku memutuskan untuk menjadi Emilie di film Corpse Bride, Tim Burton.
Sebelum:

Sesudah:

Face painting : Warna biru + putih beli di Paper Plus (Cari aja yang buat anak-anak biar gampang dihapus)
Kudung Pengantin : Pinjem punya Puti
Make Up Tutorial: Lihat video di sini
Temen temen di kantor lainnya juga seru-seru. Ini diantaranya ada yang jadi The Sims, Barbie, Avatar, Mime, Charlie Chaplin.


….dan tiba tiba ketemu pasangan yang cocok jadi suamiku …. R, my skeleton husband :D
That’s is my Halloween story. FUN! Ternyata seru ya dressed up jadi salah satu tokoh yang biasanya ada di urban legend atau film. Can’t wait for next Halloween or Costume Party.
ARCHERY
Jadi ceritanya, Maret kemarin saya dikasih kado oleh fokado voucher experience untuk belajar memanah dalam sehari. Baru sempet saya pakai kemarin dan ternyata, memanah itu super menenangkan dan menyenangkan. Kita diajarin postur tubuh saat memanah, cara memasangkan, melepas busur. Jadi pengen rutin per minggu belajar memanah deh. :)

Jangan takut memulai hal baruuuuu! Coba buka mata lebih lebar dan lihat apa apa saja di sekitarmu yang belum kamu coba. :D
NB: Btw, yang bikin saya happy ada lagi. Sadgenic buku saya masuk tahap II API (Anugerah Pembaca Indonesia) 2012. You can vote here :D
Setelah melihat postingan mbak Venus di sini dan juga iklan TV Indomie yang baru.
KYAAAA INDOMIEKU TERNYATA UDAH 40 TAHUN AJA :’) :’) #pelukindomie.
Saya ga inget kapan pertama kali saya dikenalin Indomie, nampaknya dari saya TK deh, huhuhuw. Indomie itu memang rasa nostalgia, mau dimana aja kayaknya bakal terus inget, kangen, dan pengen makan. Mau lagi ujan, mau belajar subuh subuh, mau lembur. Aaaah.
Racikan bumbunya itu, aduh, digadoin aja enak. Sering banget pas lagi nunggu mienya masak, nowel nowel bumbu yang dijadiin satu, akhirnya pas mienya jadi, bumbunya kuraaang T___T.
Indofood ga mau bikin bumbu Indomie terpisah apa buat digadoin makannya? …
Nah terus baru baru ini ada Indomie rasa rendang. ENDAAAANG BAMBAAAANG! Ini varian yang the best deh dari yang pernah ada. Yang lainnya juga enak enak, tapi yang ini itu aargh banget!
Makan mie juga setelah saya telisik, ga tergantung lagi seret keuangan juga ya. Dulu aku pikir karena aku anak kuliahan & ngekost makanya sering makan Indomie, sekarang walaupun masih ngekos tapi pas udah punya pendapatan dan gaji sendiri, tetep aja tuh hasrat makan Indomie tak terpatahkan. Jadi ya dimanapun, kapanpun, sama siapapun akan selalu tepat deh makan Indomie. Uwuwuwuwuwuw ~~~
Ini aku mau bagi reseeep:
Ifu-ndomie.
Mie
1. Rebus Indomie seperti biasa, namun setengah matang
2. Tuang ke wajan, tunggu sampai minyak panas, kemudian goreng mie tadi hingga garing & crunchy. Tiriskan, taruh di piring.
Kuah
1. Iris dada ayam (bisa diganti dengan kornet, udang)
2. Tumis bawang putih, bawang merah sampai harum, masukin telur ayam (kocok lepas), irisan dada ayam/ kornet/ udang.
3. Boleh tambahin sayuran, seperti irisan wortel yang tipis, brokoli, kol.
4. Tambahin saus tomat, kecap asin, merica, garam, gula secukupnya.
5. Tambahin air sedikit, terus masukan 1 sdt maizena biar kentel lagi.
Presentasi : Siram mie dengan kuah. Jadi deh IFU-NDOMIE!!
(Menu ala anak kost lainnya bisa baca di postingan saya sebelumnya di “Cooking 911” )
Btw, saya jadi inget juga, beberapa waktu lalu sempet buat tweet :
“Apa perlu aku menjadi Indomie, supaya aku menjadi seleramu”
Eeeeh, tweet ini jadi top tweet pas masuk jadi Trending Topic World Wide lhooo. Bangga juga. Walau tulisannya waktu itu pake huRuf b3GinI. Jadilah saya dikukuhkan sebagai alay oleh beberapa orang saat itu hahaha.
Sebagai FPI (Front Pencinta Indomie) yang sekarang ini lagi sering terjun di dunia maya, ternyata di twitter ada akunnya —> @indomielovers trus punya akun FB juga di sini (brb, klik like). Nah kalo mau ikutan ngucapin selamat bisa langsung tujukan ke situ ya :’)
Laluuuu ~ lagi ada lomba nyanyiin jingle Indomie di Indomielody & kirim foto kecintaan pada Indomie di Indomiesaik. Kalo mau ikutan ada hadiah 5 (lima) Samsung Galaxy SIII dan 100 paket menarik Indomie. Caranya baca aja sendiri di sini.
Btw, saya ikutan juga lhooo di Indomielody. Pas lembur di kantor maren sempet bikin ama temen saya Acil @kemasacil, Soma @fatobastardo & Reza. Kalo mau liat youtubenya bisa klik langsung ini. Tapi ini saya embed juga sih, jadi bisa liat langsung hehe.
Selamat Ulang Tahun Indomie ke 40! XOXO
Gak tau napa saya suka banget sama film-film yang temanya Ayah atau Ibu -Anak; Adik-Kakak ya film keluarga lah ya dan yang bisa bikin saya nangis. Ada kenikmatan sendiri bagi saya kalo sebuah film bisa bikin saya nangis. Ada kelegaan sendiri. Entah, mungkin nonton film yang sedih itu seperti bagian dari menguras mata supaya kita bisa liat sesuatu dengan lebih jernih karena ada yang nyenggol hati *alah*. Atau ya bisa juga, sekalian “penumpahan” apa apa yang “ditahan” gitu, jadi sekalian tumpah tumpaaah deh itu ganjelan di hati. Eaaa.
Ini adalah list film-film yang saya ingat bisa bikin saya nangis darah, mata sembab, hidung mampet, dan bangun dengan mata bengkak.
1. The Little Comedian, Thailand.

2. Hello Ghost, Korea

3. Tae Guk Gi, Korea

4. Extremely Loud & Incredibly Close

5. Artificial Inteligent

6. Wedding Dress

*nanti kalo ada yang inget saya masukin lagi ke sini :D
written as a birthday gift for Puti & Dinda.
Date a girl who travels. Date a girl who spends her money on a summer road trip instead of fancy dresses. She lives her life adventurously, without fear; and both of you will live your love life as if you’re on a lazy…
Kemarin, 26 Juli 2012 saya mendatangi opening acara Bazaar Art Jakarta 2012, Indonesian Art Fair. Bertempat di Ritz Carlton, PP. Acara dibuka dengan Wayang Hip Hop. Lucu sih, wayangnya dibuat kekinian, ada Justin Bieber gitu dan diselingi lagu lagu Hip Hop. Ada celetukan bahasa Jawanya juga, jadi saya sebagai orang Jawa Tulen ini cekikikan tiada tara.

Setelahnya saya mulai mengelilingi venue yang cukup besar ini. Di berbagai sudut tersebar karya-karya seni dua dimensional (art photography dan grafiti) dan tiga dimensional (patung dan karya instalasi).
Oiya ada Vespa LX 125 yang dijadikan media oleh dua orang seniman. Vespa ini nantinya akan dilelang untuk Art Vespa Charity Auction. Ini adalah salah satu vespanya.

Lalu juga ada pameran produk living & interior. Ada yang berupa ide dan nanti kita bisa vote dan ada juga banyak yang udah jadi. Dan ini dibuat oleh mahasiswa-mahasiswi gitu.


[Yang ini menarik perhatian saya. Kursi komik & meja dengan pattern pixelate]


[Meja buat dinner romantis. So cuuuute]
Saya beranjak ke section lain, section Art Kinetic. Saya baru liat yang seperti ini sih. Seni Kinetic itu adalah seorang seniman yang menggemari, mendalami dan menciptakan karya seni yang memiliki bagian bergerak atau mengalami sensasi dari efek gerakan. Ini ada salah satu karyanya

[Karena kinetik, saat untuk menikmatinya adalah dengan melihatnya langsung, bukan dari foto]
Ada juga Fashion Art Photography, Japanese Art, Modernism, dan Wayang in Art. Silahkan lihat foto-fotonya di bawah. Sebenernya sih acara ini mengingatkan saya akan Bienalle Jogjakarta atau Museum Art Singapore. Datang aja ke Ritz Carlton, PP. Free, sampai tanggal 29 Juli 2012.







[Ini seperti sebuah kasur, bantalnya terbuat dari batu, judulnya cukup galau : “Sixteen years Waiting For You”]



Ada juga pameran dari beberapa seniman yang saya tahu & kenal : ada @Vantiani (yang membuat kolase cover buku Sadgenic saya), Popo, @apriliaapsari & Ale (personil WSATCC), orang orang Ruru lah (Ruang Rupa).





[All photo taken with Galaxy Note]
Postingan ini bagaikan polisi di film-film India dan sinetron. TELAT PARAH. Tapi ya balik lagi ke pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, jadi saya akan ceritakan pengalaman saya melihat Saturn Watch di rooftop Planetarium beberapa bulan lalu.
Saturn Watch itu kegiatan dimana kita melihat Planet Saturnus yang sedang dekat-dekatnya dengan bumi.
Jadi saya tau acara Saturn Watch ini dari akun @haaj84. Akun twitter dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Dari infonya, mereka mengundang siapapun untuk datang ke Planetarium. Pengamatan Saturn Watch sendiri mulai dari jam 19.00 sampai pagi. Kalau ga salah hari itu adalah hari Sabtu. Saya sepedahan sore-sore ke sana. Pake balada mau pingsan segala di jembatan tanjakan Kuningan - Menteng gara-gara belom makan seharian haha. Sempet bersender 30 menit gitu di puncak tanjakan, atas sungai, yah lumayan pingsannya agak agak liat matahari tenggelam gitu di antara Gedung Pencakar Langit Jakarta.
Ketika sampai di TIM, makan dulu sambil nunggu jam 7 malem. Sempet ngabisin waktu di halaman belakang Gedung Teater Jakarta TIM. Enak deh… duduk duduk di bawah sambil liatin bintang. Cuma sayang kurang terang, di sana juga banyak anak-anak main skateboard, trus anak anak kecil yang lagi les tari. Suasana TIM itu emang selalu menyenangkan bagi saya.
Tiba jam 7, saya segera ke Planetarium dong. Bingung juga masuknya darimana, soalnya pintu masuk biasanya ke Planetarium sudah tutup dan tidak ada penanda gitu himpunan ini berkumpul di mana. Ternyata oh ternyata, kita bisa masuk dari kantor yang ada tepat di sebelah pintu masuk Planetarium, ada satpam yang mengarahkan kita ke pintu belakang dan kita naik ke rooftop Planetarium. Berasa punya akses khusus gitu, seru banget. Haha.
Ini suasana rooftop Planetarium TIM


Nah kubah bulat itu adalah tempat teropong yang besarnya. Sayang kurang perawatan. Ini saya sempet foto dari arah dalam kubah itu. Jadi berasa kaya Petualangan Sherina ^ ___^.

Itu ada semacam celah berbentuk persegi panjang. Nah itu bisa digeser geser sesuai arah mana yang mau dilihat dengan teleskop itu. Cuma karena kurang perawatan, menggesernya berat bangeeet.

Kebayang pengen tau yang di Boscha. Kabarnya, yang ada di dunia ini cuma tinggal beberapa, ga sampe 5 di seluruh dunia ini dan di Asia, cuma Indonesia yang punya teleskop yang di Boscha itu (maaf ya berhubung udah lama lupa nama-namanya).
Di bagian luar sudah ditebar beberapa teleskop dengan berbagai tipe & ukuran. Kita bisa mengintip sendiri Planet Saturnus.



Trus tibalah saat aku ngintip planet Saturnus dari teleskop. Subhanallaaaah. Sebenernya sih, ga keliatan gede banget kaya di film film. Tapi menyaksikan sendiri sebuah planet dan cincinnya yang terkenal itu, saya mbrebes mili. Jadi berasa kalau kita ini kecil sekali. Cincinnya itu keliatan. Saya sempet iseng coba ngarahin lensa kamera Lumix LX5 saya ke teleskop.

Naaah itu tuh Saturnusnya. HAHAHAHAHA kecil banget ya. Ya ketangkepnya gitu dari lensa kamera saya. Susah booook ngambil gambar lewat teleskop.
Sempet nemu foto Saturn Watch di belahan bumi lain.

(taken from : http://www.astronomy.ie/saturnwatch100710report.php)
Nah kalo aslinya Saturnus itu seperti apa, bisa dilihat dari APOD (Astronomy Picture Of The Day) berikut ini

The Universe is wider than our views of it - Henry David Thoreau.
Kalau kamu suka yang berhubungan dengan astronomi. Kamu bisa cek link berikut.
Akhir akhir ini, isu soal copy - plagiat dan sebangsanya sedang semarak lagi di timeline saya. Iya timeline twitter yang penuh dengan kalimat 140 karakter yang berderet deret. Saya disini juga tidak menyetujui seorang copy cat atau plagiat (dan tentunya apalagi kalau dicopy untuk tujuan komersil).
Tapi saya lebih concern ke bagaimana kita menyikapi. Mengingatkan boleh, menghardik juga, namun jika terus-terusan dan malah lebih fokus untuk menjatuhkan seseorang itu juga bukan sesuatu yang baik menurut saya.
Isu ini terus bergulir, semua orang seakan akan menjadi yang pertama menemukan padanan kata dan kemudian memegangnya erat erat di lahan masing-masing. Terus terang saya jadi agak khawatir soal ‘kepemilikan kata-kata’ seakan akan ide & inspirasi ga boleh sama, sekarang.
Saya jadi ingat postingan saya dua tahun yang lalu, tentang hal yang sama :
Inspirasi ini gedenya se-semesta. Kamu bisa pilih apa & yang mana untuk menjadi inspirasimu. Dituang ke buku, tweet, blog, ngelamun. Bebas. Kalaupun sama, gak selalu semua menduplikat. Toh kalopun iya, merugi. Karena ia melewati sesuatu yang berharga, yakni proses.
Proses itu indah sekali. Proses berkarya itu sesuatu yang butuh pengalaman yang muncul secara alami dari cara kita berpikir dan terinspirasi. It’s really beautiful. And that’s the value.
Inspirasi akan melahirkan inspirasi akan melahirkan inspirasi
Nothing’s original on this planet, all you can do is making innovations. ~ Quote. Taken from @windyariestanty’s tweet.
Ketakutan saya adalah, seseorang urung belajar karena takut. Tidak berkembang karena takut akan tuduhan ini itu. Memplagiat itu pilihan. Tapi, tidak menjadi diri sendiri itu bukan dan tidak akan pernah jadi kebanggaan.
Tak perlu takut jelek, salah, atau bukan yang pertama.
Selamat belajar teman teman. Selamat menemukan inspirasi. Selamat berkarya. :)
*ini juga catatan untuk diri saya sendiri.
Tadi siang sempat bermain-main di timeline twitter. Berandai-andai lebih tepatnya. Di #DuniaParalel, pekerjaan apa yang kamu inginkan? Pekerjaan-pekerjaan sederhana, materi bukan segalanya. Pekerjaan yang membuat kamu lebih hidup.
Responnya banyak banget. Akhirnya bersama Mol, kita membuat tumblr ini. Blog kumpulan mimpi. Semoga dengan berbagi disini, keinginanmu di #DuniaParalel ini bisa segera terwujud dan teramini.
Silahkan kunjungi :)
Di suatu malam, di sebuah restoran bernuansa Mexico 
Ada seorang perempuan yang sedang menunggu teman kencannya. Namun, perempuan itu lupa memberitahu lokasinya..
Perempuan itu mengambil hape dan segera memberi tahu lokasinya. Tapi uh oh, apa yang terjadi? Perempuan itu terkaget-kaget melihat batere hapenya habis. Aaaaarrggh. Dia ingin membanting-banting hapenya.

Oohhh… tak ada colokan di sekitar. Kencan perempuan itu terancam gagal.

Hal ini seharusnya tidak terjadi kalau ada Power Bank.

Ayo, bantu perempuan ini untuk memenangkan Power Bank di #MeganekkoUnite dan kamu akan membantu perempuan ini kencan dengan pasangannya :’)
Dukung di twtpoll.com/lh3msj ya :D